Anda Bukan Orang Asing di Sini

"Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota keluarga Allah." — Efesus 2:19

Sambutan Pendeta

Minggu XIV Dung Trinitatis

Pdt. BengSil
Pdt. BengSil
Pendeta Ressort Pondok Kopi

KASIH KEPADA ALLAH DAN SESAMA MANUSIA - LUKAS 10 : 25 - 37

Syalom, selamat bersua kembali di minggu ke- XVI sesudah Trinitatis saat ini Yang bagi gereja kita diberikan topik : “Kasih kepada Allah dan sesama manusia/ Manghaholongi Debata dohot dongan jolma”.

Saudara, Semua pasti setuju kalau saya mengatakan bahwa jika manusia hidup tanpa kasih satu sama lain, manusia pasti punah. Tetapi dunia dengan segala peradabannya ini dibangun dalam relasi sosial satu dengan yang lainnya,. Sikap anti sosial ditujukan orang-orang Yahudi kepada orang Samaria dilatar-belakangi : karena terjadinya perkawinan silang yang direstui bangsa Asyur sebagai proyek politik bangsa Asyur yang menguasai kerajaan-kerajaan Israel(Utara) sekitar tahun 720 SM. Sikap antisosial ini tetap tumbuh subur pada kebanyakan orang Yahudi pada zaman Yesus .

Dengan demikian, kisah Yesus mengenai orang Samaria yang murah hati ini sungguh terasa besar dampaknya bagi para pendengar Yahudi. Melalui kisah itu mereka bisa bercermin: Siapakah sesungguhnya yang hidup dalam relasi antisosial satu dengan yang lain? Orang Samaria yang mereka benci atau diri mereka sendiri, orang-orang Yahudi? Perumpamaan ini dimunculkan Yesus pada saat Ia dicobai oleh seorang Ahli Taurat dengan bertanya , "Apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" (Ayat 25). Dari pertanyaan ini kita tahu bahwa ini bukan hanya sekedar pesan moral karena Yesus tahu apa yang ada dalam hati ahli Taurat itu. Sebab kalau itu pesan moral maka pertanyaannya adalah "Bagaimana seharusnya kita memperlakukan sesama kita?", dan Yesus menanggapi dengan cerita ini, mungkin "Jadilah seperti Orang Samaria yang Baik" akan menjadi interpretasi yang tepat. Namun yang ditanyakan kepada Yesus adalah, "Apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" Dia mengajukan pertanyaan yang sifatnya vertical yaitu pertanyaan tentang
hubungan seseorang dengan Allah dan bukan yang bersifat horizontal. 

Karena itu perumpamaan ini harus ditafsirkan secara vertikal .Karena Yesus tahu bahwa dia adalah ahli Taurat maka jawab Yesus kepadanya:apa yang tertulis di Hukum Taurat? (ay .26-29) , Untuk menjelaskan hal inilah Yesus memberikan Perumpamaan ini dan pada akhirnya Dia berkata : “Perbuatlah demikian “ . Amin

— Pdt. BengSil

Keluarga Besar HKBP Pondok Kopi

Segenap Pendeta, Majelis, dan Jemaat mengucapkan selamat datang bagi Anda yang baru pertama kali hadir dalam ibadah Minggu. Anda adalah bagian dari keluarga besar kami.

Menjadi Jemaat Tetap

Bagi jemaat yang belum memiliki tempat ibadah tetap, kami dengan senang hati menyambut dan membantu Anda. Silakan menghubungi Pendeta atau Majelis yang bertugas. Tuhan Yesus memberkati.

Panggilan Gereja

Marturia · Diakonia · Koinonia

Tiga pilar pelayanan yang menjadi dasar kehidupan bergereja di HKBP. Selengkapnya dapat dilihat pada halaman Jadwal Ibadah.

Lihat Panggilan Gereja