Anda bukan Orang Asing di Sini
"Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan.Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh" - Efesus 2:19-22
Kami segenap Pendeta, Majelis dan seluruh Jemaat mengucapkan selamat datang bagi Jemaat yang baru pertama kali hadir dalam ibadah minggu di Gereja HKBP Ressort Pondok Kopi. Anda bukan Orang Asing ditempat kami, Anda adalah bagian dari keluarga besar dari Gereja HKBP Ressort Pondok Kopi.
Bagi Jemaat yang baru hadir dan belum memiliki tempat ibadah yang tetap, kami dengan senang hati menyambut dan membantu bapak ibu untuk dapat menjadi bagian dari keluarga besar HKBP Ressort Pondok Kopi untuk menjadi Jemaat tetap di Gereja kami. Silahkan menghubungi Pendeta atau Majelis yang bertugas, kami siap membantu Anda.
Tuhan Yesus Kristus Memberkati
Minggu Septuagesima
MARTUA DI BAGASAN TUHAN I
HIDUP BERBAHAGIA DI DALAM TUHAN - Mateus 5 : 1 – 12
Syalom, Selamat bersua kembali di minggu Septuagesima, (70 hari sebelum Kebangkitan Yesus), yang bagi gereja kita diberikan topik : “Hidup berbahagia di dalam Tuhan/Martua dibagasan Tuhan i”.
Manusia yang hidup tentu mendambakan ‘bahagia , yang dalam bahasa Batak Toba pada umumnya diterjemahkan dengan ‘martua. Yang secara leksikal berarti “beruntung, atau memiliki keberuntungan “. Lebih lanjut, dalam masyarakat Batak Toba seseorang disebut ‘martua’ apabila memiliki : hamoraon, hagabeon, hasangapon, tetapi belakangan ini juga sudah harus ditambahkan dengan sesuatu yagn baru, yakni haporseaon”. Biasanya , penilaian individu seseorang kepada ‘kebahagiaan’ selalu melibatkan kepuasan hidup (yang umumnya ditandai dengan pencapaian/keberhasilan baik, terkait kesempatan hidup kekayaan maupun kemuliaan) pikiran dan perasan positip tentang hidup yang dijalaninya.
Dalam realitas hidup keseharian kita, umumnya pemaknaan terhadap konsep “bahagia”, manusia tidak pernah berhenti berjuang untuk memiliki: uang , nama dan sex (hamoraon, hasangapon, hagabeon) . Dorongan untuk mendapatkan hal ini sangat kuat , dan untuk mendapatkan itu juga penuh dengan persaingan; sehat ataupun manipulatip semua dilakukan hanya untuk mendapatkan tujuan ini. Tuhan Yesus mengetahui dan memahami apa yang diperlukan oleh masyarakat (masa itu dan kini) . Masyarakat memerlukan ‘kabar baik, kabar kesukaan’ . Orang-orang yang berkerumun mengikuti Yesus adalah orang-orang yang celaka , disiksa dan diserang oleh kesusahan, penyakit, dosa , kejahatan dan maut. Kepada mereka harus diberitakan kalau pintu gerbang Kerajaan Allah terbuka lebar . Matius 5-7, atau yang dikenal sebagai “Khotbah di Bukit” (Nats kita saat ini bagian di dalamnya) . Yesus memberikan kabar kesukaan dan pengajaran kepada orang banyak. Tuhan Yesus memulainya dengan naik ke atas sebuah bukit di Galilea dekat kota Kapernaum, dari sanalah Dia menyampaikan pengajaranNya . Formulanya, “Berbahagialah + orang yang….. + karena …… “ Tuhan Yesus ,memberikan pengajaranNya ini, berhubungan dengan realitas yang dihadapi setiap pribadi…termasuk anda dan saya . . Selamat berbahagia. Amin.
Pdt. BengSil.





.png)


























